Revitalisasi Kearifan Lokal dalam Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik melalui Pembelajaran PPKn di SMA 2 Siborongborong Tahun Ajaran 2025/2026
Abstract
Kearifan lokal merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai kehidupan dan dapat dijadikan sebagai sumber pembentukan karakter peserta didik. Perkembangan globalisasi, teknologi digital, dan perubahan sosial menyebabkan sebagian generasi muda mulai mengalami keterasingan terhadap budaya lokal di lingkungannya. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi dunia pendidikan, khususnya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan kewarganegaraan, tetapi juga mampu membangun karakter peserta didik berdasarkan nilai budaya yang hidup di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk revitalisasi kearifan lokal dalam pembelajaran PPKn, implementasinya dalam proses pembelajaran, serta kontribusinya terhadap penguatan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian terdiri atas guru PPKn, peserta didik, kepala sekolah, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran PPKn melalui materi pembelajaran, proyek budaya, diskusi, wawancara dengan tokoh masyarakat, dokumentasi budaya, dan kegiatan pelestarian budaya. Nilai-nilai seperti gotong royong, tanggung jawab, toleransi, musyawarah, solidaritas, penghormatan terhadap orang lain, cinta budaya, dan kepedulian sosial dapat memperkuat karakter peserta didik. Revitalisasi kearifan lokal melalui pembelajaran PPKn juga menjadikan pembelajaran lebih kontekstual karena peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang berkaitan langsung dengan kehidupan sosial dan budaya di lingkungan mereka. Oleh karena itu, integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran PPKn perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dinata Lumban Gaol, Melina, Torus M Sianturi, Ida L Pasaribu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

